KMA 494 Tahun 2020 Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji 2020

Posted on

Websiteedukasi.com – Download Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 494 Tahun 2020 Tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H/2020.

Menunaikan lbadah Haji wajib bagi umat Islam yang mampu secara ekonomi dan fisik serta terjaminnya kesehatan, keselamatan, dan keamanan Jemaah Haji selama berada di embarkasi atau debarkasi, di perjalanan, dan di Arab Saudi.

Kesehatan, keselamatan, dan keamanan Jemaah Haji terancam jiwanya oleh pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang melanda hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia dan Arab Saudi.

Bahwa dalam ajaran Islam, menjaga jiwa merupakan salah satu dari lima maqashid syari’ah selain menjaga agama, akal, keturunan, dan harta yang harus dijadikan sebagai dasar pertimbangan utama dalam penetapan hukum atau kebijakan oleh Pemerintah agar terwujud kemaslahatan bagi masyarakat.

Kementerian Agama telah membatalan Keberangkatan Jemaah Haji tahun 2020 di karenakan pemerintah Arab Saudi sampai dengan tanggal 1 Juni 2020 belum membuka akses layanan Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H/2020 M, sehingga Pemerintah tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan persiapan dan pelaksanaan pembinaan, pelayanan, dan pelindungan bagi Jemaah Haji secara aman, nyaman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan syariat.

Pada diktum Satu Menteri Agama, menetapkan Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H/2020 M bagi seluruh Warga Negara Indonesia yang menggunakan:
a. kuota haji Pemerintah; dan
b. visa haji mujamalah.

Diktum Kedua, Menetapkan ketentuan sebagai akibat Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU, di an taranya:
a. Jemaah Haji Reguler dan Jemaah Haji Khusus yang telah melunasi Biaya Perjalanan lbadah Haji (Bipih) pada Penyelenggaraan lbadah Haji Tahun 1441 H/2020 M menjadi Jemaah Haji pada Penyelenggaraan lbadah Haji Tahun 1442 H/2021 M;

b. Setoran pelunasan Bipih pada Penyelenggaraan lbadah Haji Tahun 1441 H/2020 M akan disimpan dan dikelola secara terpisah oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH);

c. Nilai manfaat hasil pengelolaan setoran pelunasan Bipih sebagaimana dimaksud dalam huruf b diberikan penuh oleh BPKH kepada Jemaah Haji pada Penyelenggaraan lbadah Haji Tahun 1441 H / 2020 M, paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sebelum pemberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama pada Penyelenggaraan lbadah Haji Tahun 1442 H/2021 M;

d. Setoran pelunasan Bipih sebagaimana dimaksud dalam huruf b dapat diminta kembali oleh Jemaah Haji;

e. Petugas Haji Daerah pada Penyelenggaraan lbadah Haji Tahun 1441 H/2020 M dinyatakan batal, Bipih dikernbalikan, dan Gubernur dapat mengusulkan kembali nama Petugas Haji Daerah pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 M;

f. Pembimbing dari unsur Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) pada Penyelenggaraan lbadah Haji Tahun 1441 H/2020 M dinyatakan batal, Bipih dikembalikan, dan KBIHU dapat mengusulkan nama Pembimbing pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun
1442 H/2021 M; dan

g. Semua paspor Jemaah Haji, Petugas Haji Daerah, dan Pembimbing dari unsur KBIHU pada Penyelenggaraan lbadah Haji Tahun 1441 H/2020 M dikembalikan kepada pemilik masing-masing.

Berikut ini link download KMA nomor 494 tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah haji 2020:

KMA No. 494 tahun 2020 .pdf, Unduh

Demikianlah informasi KMA Nomor 494 Tahun 2020 tentang pembatalan keberangkatan jemaah haji Tahun 2020 yang dapat di sampaikan, semoga bermanfaat. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *